Minggu, 11 Oktober 2009
Yaa Robbi bil Mushthofa Balligh maqooshidanaa..
waghfirlanaa maa madhoo yaa waasi'al karomi..
yaa maulaanaa yaa mujiib yaa haadhiron laa yaghiib..
tawassalnaa ilayka bil habiib taqdhii haajaatinaa qoriib..
yaa alloh yaa subhaanii judlanaa bin nuroonii..
bil walii quthbir robbaanii asy syaikh abdul qoodir al jailani..
yaa hannaan yaa mannaan judlanaa bil ghufroon..
bil walii quthbil 'irfaan al habiib 'ali bin abi bakri as sakron..
yaa alloh yaa sattaar judlanaa bil mukhtaar..
bil wali quthbil akhyaar al habiib 'umar al muhdhor..
yaa alloh yaa qudduus najjinaa min kulli buus..
bil wali syamsi syumuus al habiib abdulloh bin abi bakri al 'idruus..
yaa alloh yaa mu'thii bil 'athoo laa tubthii..
najjinaa min kulli syii bil habiib ahmad bin zain al habsyi..
yaa alloh yaa robbannaas najjinaa min syarrinnaas..
bil wali quthbil anfaas al habiib 'umar bin abdurrohmaan al athos..
yaa alloh yaa jawwaad judlanaa bil murood..
bil wali quthbil 'irsyaad al habiib abdulloh bin 'alwi al haddad..
maulaanaa yaa maulaanaa yaa sami' du'aa a naa..
bihurmati muhammadin taqobbal du'aa a naa..
Label: Tawassul
Sabtu, 22 Agustus 2009
Bid'ahkah mengusap muka dan bersalaman setelah sholat?
Adalah Rasulullah, beliau mengusap wajahnya setiap selesai berdo'a " dari Assa'ib bin Yazid Dari bapaknya : Bahwasanya Nabi S.A.W apabila beliau berdo'a, beliau mengangkat tanganya, lalu mengusah wajahnya dengan tanganya (Sunan Abi Dawud ,hadits no 1275). Demikian juga di sunnahkan bagi orang yang telah purna sholatnya, mengusap wajahnya dengan kedua tanganya, karena sholat menurut bahasa adalah "Addo'a", karena sholat mengandung do'a do'a kepada Allah.
Berkata Annawawi di dalam kitab Al Adzkar : Dan kami meriwayatkan di kitabnya Ibnu Assunni dari Anas R.A, berkata : Rasulullah ketika selesai sholat, beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanan, kemudian berdo'a " Asyhadu an Laa Ilaaha illa Huwa Arrohman Arrohim, Allahumma Adzhib Anni Alhamma Wal Hazan " Aku bersaksi tiada Ilah yang wajib disembah kecuali Dia Arrahman Arrahim, ya Allah, hilangkanlah dariku kepayahan dan kesusahan (Al Adzkar lil Imam Annawawi hal 69). Kalau yang mengatakan mengusap wajah dengan tangan tiap selesai sholat adalah bid'ah sesat, suruh mengaji kitab Al Adzkar dulu ya?
Mushofahah (jabat tangan/bersalaman) adalah perkara yang yang sangat di anjurkan Syara', Dari Al Bara' bin 'Azib Berkata : Rasulullah S.A.W bersabda : Tidak bertemu dua orang islam hingga keduanya berjabat tangan, kecuali dosa keduanya diampuni sebelum keduanya berpisah (Sunan Ibnu Majah hadits no 3693). Dengan bersandar dengan hadits ini, ulama-ulama madzhab syafi'i sepakat bahwasanya berjabat tangan hukumnya adalah Sunnah. Ketika ditanya apakah berfadhilah, berjabat tangan setelah selesai sholat shubuh dan ashar? Imam Annawi rahimahullahu menjawab : Berjabat tangan ketika bertemu hukumnya sunnah, adapun pengkhususan manusia dengan berjabat tangan setelah selesai shalat shubuh dan ashar adalah perkara baru yang mubah, hal ini apabila keduanya sudah berkumpul sebelum sholat, dan apabila keduanya belum berkumpul/bertemu sebelum sholat maka hukumnya mustahab (dianjurkan) karena selesai sholat itu merupakan permulaan pertemuan keduanya (Fatawa Al Imam Annawawi Al Musammah bil Masa'il Al Mantsuroh hal 61), di dalam kitab kumpulan fatwa ulama syafi'i yang bertitel Bughyatul Mustarsyidin hal 50-51 dikatakan : Berjabat tangan termasuk perkara baru yang mubah, dan Annawawi menilai termasuk perkara baru yang bagus, dan seyogyanya di diperinci lagi, apabila orang yang diajak berjabat tangan itu sudah bersamanya sebelum sholat, maka hukumnya mubah, dan apabila orang yang diajak berjabat tangan itu tidak bersamanya sebelum sholat, maka hukumnya mustahab (dianjurkan), karena ulama sepakat bbhwa berjabat tangan ketika terjadi pertemuan hukumnya adalah sunnah, dan sebagian Ulama Syafi'iyah berpendapat Bahwasanya orang yang sholat itu seperti orang yang gho'ib (tidak ada di tempatnya kerana safar dsb), maka dianjurkan berjabat tangan setiap selesai sholat lima waktu (Bughyatul Mustarsyidin hal 50-51). Walhasil, jabat tangan adalah perkara yang berdiri sendiri yang terlepas dari ritual sholat, yang namanya sholat itu di mulai dari takbirotul ihrom dan di akhiri dengan salam, jadi begitu selesai salam orang mau ngapain, itu sudah terlepas dari ritual ibadah sholat. Adalah salah orang yang mengatakan jabat tangan itu termasuk ritual sholat, dan bid'ah dan pelakunya masuk neraka. Nanti neraka penuh dong? Cuma gara-gara jabat tangan setelah sholat masuk neraka.. Hi.. Ngeri... Allahu yuwaffiquna Ila thariqihi alqawiem.
Dikutip dari,
sumber : "Kenapa takut bid'ah" grup di facebook.
Label: Kajian Islami
Suatu hari, Nashrudin pergi ke tempat penggilingan tepung dengan membawa karung yang isi nya gandum. Setelah sampe dia langsung mengambil beberapa genggam gandum dari karung punya orang lain, terus dia masukin kekarung miliknya sendiri. Pemilik penggilingan berkata pada nashrudin, "hei nashrudin, apa yang lu lakuin disini ?"
Nashrudin menjawab,"aku ini orang dungu dan melakukan sesuatu sesuai perintah otakku!", si pemilik berkata lagi,"kalo lu orang dungu , ngapa lu kaga ngamb il gandum dari karung lu, terus lu masukkin ke karung orang laen ?"
Nashrudin menjawab, "gue kan orng dungu biasa, kalo gue nurutin kata-kata lu ntar gue bisa jadi orang dungu berlipat-lipat…
Label: Humor Sufi
Suatu malem, nashrudin ngerasa bahwa seorang maling masuk ke rumahnya. Lalu, dia bersembunyi di dalam sebuah lemari. Setelah lama mencari sesuatu dan kaga dapetin apa-apa, maling itu bediri sebentar, lalu keliatan ama dia satu lemari yang ketutpo. Maling itu berkata dalam hati,"moga aja gue dapetin sesuatu di dalam lemari itu.
Dia buka tu lemari. Tiba-tiba terlihat si nashrudin yang dari tadi ngumpet di dalam lemari. Tubuh si maling itu gemetar ketakutan, namun dia beraniin diri dan berkata,"Lagi ngapain lu di dalem lemari, hai orang tua ?". Nashrudin menjawab," gue tau dari tadi lu celingukan nyari barang yang mau lu embat tapi kaga ada yang lu dapetin atu pun, gue ngumpet disini karna gue malu ama lu, kan gue kaga punya apa-apa….
Label: Humor Sufi
Diantara sekian banyak pejabat, ada seorang pejabat tinggi pemerintahan Harun Ar Rasyid yang kaga disuai ama Abu Nawas. Tetapi entah mengapa abu nawas ingin bersahabat ama dia. Maka pada suatu hari abu nawas mengunjungi pajabat itu.
"Wajah mana yang kamu bawa dalam kunjunganmu padaku ini, abu nawas ?" Tanya si pejabat itu dengan jutek nya, sebab dia tau kalo si abu nawas kaga demen ama dia.
"Wajah yang aku bawa ketika aku bertemu dengan Tuhan ku. Ternyata dosaku kepada-Nya jauh lebih banyak daripada dosaku kepadamu," jawab abu nawas.
Si pejabat sangat kagum pada jawaban abu nawas. Dan seketika itu si pejabat dan abu nawas menjadi bersahabat.
Label: Humor Sufi
Rasulullah bersabda: "Mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintaiAllah daripada mu'min yang lemah" (HR Muslim)
Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah? Ikuti resep berikut:
1. SELALU BANGUN SEBELUM SHUBUH. Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelumshubuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,sholat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah ygmendalam antara lain : - Berlimpah pahala dari Allah - Kesegaran udara shubuh yg bagus u/ kesehatan misalu/ terapi penyakit TBC - Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan
2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN. Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamisatau Jumát beliau mencuci rambut2 halus di pipi,selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. "Mandi pada hari Jumát adalah wajib bagi setiap orang2dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakaiharum-haruman"(HR Muslim)
3. TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN. Sabda Rasul : "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelumlapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidaksampai kekenyangan)"(Muttafaq Alaih) Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda :Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dansepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satutarbiyyah khusus bagi ummat Islam dg adanya PuasaRamadhan untuk menyeimbangkan kesehatan
4. GEMAR BERJALAN KAKI. Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dansebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori2terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Inipenting untuk mencegah penyakit jantung
5. TIDAK PEMARAH. Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah" diulangi hingga 3kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatanMuslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapilebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dankesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah: - Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri makaduduk, dan bila duduk maka berbaring - Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon - Segeralah berwudhu - Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan danmenghilangkan kegundahan hati
6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA. Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yangmendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar,istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepadaAllah SWT
7. TAK PERNAH IRI HATI DAN BURUK SANGKA. Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa,mentalitas maka menjauhi iri hati dan buruk sangkamerupakan tindakan preventif yang sangat tepat
Dikutip dari,
Sumber : http://www.ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/
Ada Saudara se islam kita bertanya tentang tahlilan, tahlil arti asalnya adalah pembacaan lafadz LAA ILAHA ILLALLOH,
tahlilan adalah sebuah nama kegiatan, yang mana kegiatan itu dimulai dengan pembacaan surat alfatihah, surat yasin, alikhlas, mua'widzatayn, beberapa ayat awal dan akhir surat albaqarah, ayat kursi, tahlil (mmbc lailaha illalloh), takbir, tahmid, sholawat dan ditutup dengan do'a. Nabi bersabda : dari Abi Sa'id Al Khudri, berkata : Rasulullah S.A.W bersabda : " Tidak duduk suatu kaum (orang banyak), yang berdzikir kepada Allah, kecuali malaikat mengelilingi mereka, dan melingkupi mereka dengan rahmat, dan Allah menurunkan ketenangan kepada mereka, dan allah membalas mereka dengan menyebut mereka dalam golongan orang-orang yang berada di sisi-Nya (shohih muslim ,hadits no 4868), Sabda Rasulullah diriwayatkan oleh Ma'qil bin Yassar Nabi bersabda :
" Bacakanlah yasin, orang-orang mati kalian ( Sunan abi dawud hadits no 2714) "
dari hadits di atas imam Assyaukany mengambil kesimpulan " Adat yang berlaku di beberapa negara, yaitu berkumpul-kumpul di masjid untuk membacakan alquran bagi orang yang meninggal, demikian juga di rumah-rumah, maka tidak diragukan lagi, selama tidak ada perbuatan ma'siyat, dan selamat dari perkara mungkar, hal tersebut adalah boleh!, karena berkumpul-kumpul, secara dzatiyahnya adalah tidak haram, apalagi disitu ada unsur menghasilkan tho'atillah, seperti membaca alquran dsb,. Maka tidak boleh dicacat pembacaan alquran yg dihadiyahkan untuk mayit,sebagaimana telah di riwayatkan dari hadits Nabi S.A.W " bacakanlah yasin, orang-orang mati kalian ", hadits itu adalah shahih, maka tidak berbeda, antara membaca yasin di depan mayit atau di quburnya, dan tidak berbeda pula antara membaca seluruh Al-Quran atau cuma sebagian, yang diperuntukkan bagi mayit, baik itu di masjid atopun di rumah.
( Arrosa'il Assalafiyah, hal 46 ), Imam Asyafi'i ketika ditanya oleh Imam Al Hasan bin Sabah Azza'faroni tentang bagaimana Hukum membaca Al Qur'an di atas tanah Pekuburan, Imam Syafi'i menjawab " Laa Ba'sa Bihi " alias TIDAK ADA MASALAH SAMA SEKALI (Syarh Asshudur Hal 134 lil Imam Jalaluddin Assuyuthi) kegiatan tahlilan adalah manivestasi dan pengaplikasian dari ke dua hadits di atas serta ijtihad dan pendapat para Imam, Tentang sampainya pahala pembcaan tahlil kepada mayit Nabi S.A.W bersabda " Tiap takbir itu shodaqoh, dan Tiap tahmid itu shodaqoh, dan Tiap Tahlil itu shodaqoh (H.R muslim hadits no 1674), dan dari Ibnu Abbas Rhma, seorang laki-laki bertanya kepada Nabi S.A.W : Ya Rosululloh, sesungguhnya ibuku telah wafat, apakah memberikan manfaat kepadanya jika aku bersedekah atasnya?, Nabi S.A.W menjawab " ya ", kemudian laki-laki itu berkata : Aku mempunyai domba, maka aku saksikan kepada engkau, bahwa aku bersedekah untuknya (si ibu). (Sunan Attirmidzi hadits no 605 dengan sanad Shohih), karena alasan itu Imam Ibnul Qayyim Al Jauzi (murid Ibnu Taymiyah), berkata : " utama-utamanya hadiyah yg diperuntukkan kepada mayit adalah pahala al itqu(memerdekakan budak) kemudian shodaqoh kemudian istighfar untuknya dan do'a untuknya dan haji untuknya, adapun membaca Al Qur'an dan menghadiahkan kepada si mayit dengan tanpa imbalan, maka yang demikian ini bisa sampai padanya (mayit), sebagaimana bisa sampe kepada si mayit pahala puasa dan haji (kitab Arruh hal 142).
Kenapa tahlilan 7 hari?
Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab azzuhd yang kemudian dinuqil oleh Imam Jalaluddin Assuyuthi " Imam Ahmad berkata : Telah menceritakan kepadaku Hasyim bin Al Qasim dari Al 'Asyja'i dari sufyan berkata : Thawwus Alyamany ( tabi'in yang belajar kepada lebih 70 sahabat Nabi S.A.W ) berkata : " Sesungguhnya orang mati itu terkena fitnah di dalam kuburnya selama tujuh hari, dan mereka sangat suka jika pada hari-hari itu keluarganya melimpahkan pahala sedekah atas mereka. ( Alhawi Lilfatawi juz 2 hal 178). Inilah dasar kenapa pengikut madzhab syafi'i melakukan shodaqoh, yang di jawa disebut selamatan / kenduri.
Tahlilan / selamatan 7 hari itu dinuqil dari atsar tabi'in / sahabat. Kalo mas mas dan mbak mbak pengikut wahaby masih tetep mengingkarinya, ya silakan.. Ana tidak memaksa anda untuk mengikuti / menyetujui pendapat ana. Tapi setidaknya ini adalah pembelaan diri kami dari tuduhan-tuduhan Sesat para Wahabiyyun. Allah yahdiina Ila Thariqihi Al Qowiem..
Dikutip dari,
Grop facebook " Kenapa Takut Bid'ah "
Label: Kajian Islami
Berikut ini adalah biografi dari HABIB MUNZIR AL-MUSAWA yang dijelaskan oleh beliau.
"Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas cianjur jawa barat."
Nama saya Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa, saya dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum'at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393H, setelah saya menyelesaikan sekolah menengah atas, saya mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma'had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bhs.Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari?ah Islamiyah di Ma;had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian saya meneruskan untuk lebih mendalami Syari;ah ke Ma;had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman, selama empat tahun, disana saya mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur;an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.
Saya kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah, dengan mengunjungi rumah rumah, duduk dan bercengkerama dg mereka, memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan, lalu atas permintaan mereka maka mulailah saya membuka majlis, jumlah hadirin sekitar enam orang, saya terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk, saya tidak mencampuri urusan politik, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kpd Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dg kehidupan yang Nabawiy, kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy, betapa indahnya keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan
kaya, partai politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan, inilah Dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing masing dg kesibukannya tapi hati mereka bergabung dg satu kemuliaan, inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam. Kini majlis taklim saya yang dulu hanya dihadiri enam orang, sudah berjumlah sekitar tiga ribu hadirin, saya sudah membuka puluhan majlis taklim di seputar Jakarta pusat, saya juga sudah membuka majlis di seputar pulau jawa, yaitu:
jawa barat :
Ujungkulon Banten, Cianjur, Bandung, Majalengka, Subang.
Jawa tengah :
Slawi Tegal, Purwokerto, Wonosobo, Jogjakarta, Solo, Sukoharjo, Jepara, Semarang,
Jawa timur :
Mojokerto, Malang, Sukorejo, Tretes, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo.
Bali :
Denpasar, Klungkung, Negara, Karangasem.
NTB
Mataram Ampenan
Luar Negeri :
Singapura, Johor, Kualalumpur.
namun kini kesemua kunjungan keluar jakarta telah saya cukupkan setahun sekali dengan perintah Guru saya.
Dan saya pun telah menjadi Narasumber di beberapa stasion TV swasta, yaitu di Indosiar untuk acara Embun Pagi tayangan 27 menit, di ANTV untuk acara Mutiara Pagi tayangan 27menit, RCTI, TPI, Trans TV dan La TV.
saya membina puluhan majelis di jakarta, yg kesemuanya mendapat giliran jadwal kunjungan sebulan sekali, selain Majelis Induk di Masjid Almunawar Pancoran jakarta selatan yg diadakan setiap senin malam dan setiap malam jumat di kediaman saya, maka padatlah jadwal saya setiap malamnya sebulan penuh, namun tuntutan dari wilayah wilayah baru terus mendesak saya, maka saya terus berusaha memberi kesempatan kunjungan walaupun dg keterbatasan waktu.
Email pribadi saya : munziralmusawa@ yahoo.com
Demikianlah sekilas dari Biografi saya, untuk memperjelas gerakan dakwah yang saya jalankan, semoga limpahan rahmat Allah swt bagi mereka yang berminat menerima seruan seruan Kelembutan Allah swt, Amin Allahumma Amin.
Demikian Biografi ini saya buat,
Hormat Saya,
Khadim Majelis Rasulullah saw
(Munzir Almusawa)
silsilah/ nasab habib munzir :
Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Almusawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Alghayur bin Muhammad Faqihil Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khali' Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqibm Ali Al Uraidhiy bin Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir bin ALi Zainal Abidin bin Husein Dari Fathimah Azahra Putri Rasul saw.
Dikutip dari,
Sumber : http://almuhibbin-almuhibbinsalaf.blogspot.com/2008/09/habib-munzir-al-musawa.html
Label: Ulama dan Habaib
Senin, 11 Mei 2009
Assalamu ‘alaikum wr wb.
Nyang punya blog ini mau ngenalin diri niy…
Nama kite :
-Khoirul Anam, ane lahir di Tanah Betawi,
-Muhammad Aminnur, ane lahir di Tanah Betawi juga,
-Sagimin Sagie, ane lahir di Tanah Banten.
Kite dilahirin dan digedein di lingkungan sederhane nyang penuh dengan suasana aman, damai, tentram dan Alhamdulillah dalam nuansa religius juga.Kite bikin niy blog dengan tujuan nyang bae untuk sekedar kita saling berbagi informasi, pengetahuan dan nyang paling penting adalah untuk menjadikannya sebagai sarana silaturrahim dan juga sebagai media dakwah,InsyaAllah… Dan juga kite mohon sumbang saran dan kritik dari para pungunjung semua supaye bisa menjadikan blog ini lebih bae lagi, juga ane mohon dibukain pintu maaf apabila ada kesalahan atawa kekeliruan baik nyang disengaja maupun nyang tidak disengaja.Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan rahmat dan hidayah kepada kita semua,,Amien yarobbal ‘alamien. Wassalamu ‘alaiku wr wb.
