Sabtu, 22 Agustus 2009
Ada Saudara se islam kita bertanya tentang tahlilan, tahlil arti asalnya adalah pembacaan lafadz LAA ILAHA ILLALLOH,
tahlilan adalah sebuah nama kegiatan, yang mana kegiatan itu dimulai dengan pembacaan surat alfatihah, surat yasin, alikhlas, mua'widzatayn, beberapa ayat awal dan akhir surat albaqarah, ayat kursi, tahlil (mmbc lailaha illalloh), takbir, tahmid, sholawat dan ditutup dengan do'a. Nabi bersabda : dari Abi Sa'id Al Khudri, berkata : Rasulullah S.A.W bersabda : " Tidak duduk suatu kaum (orang banyak), yang berdzikir kepada Allah, kecuali malaikat mengelilingi mereka, dan melingkupi mereka dengan rahmat, dan Allah menurunkan ketenangan kepada mereka, dan allah membalas mereka dengan menyebut mereka dalam golongan orang-orang yang berada di sisi-Nya (shohih muslim ,hadits no 4868), Sabda Rasulullah diriwayatkan oleh Ma'qil bin Yassar Nabi bersabda :
" Bacakanlah yasin, orang-orang mati kalian ( Sunan abi dawud hadits no 2714) "
dari hadits di atas imam Assyaukany mengambil kesimpulan " Adat yang berlaku di beberapa negara, yaitu berkumpul-kumpul di masjid untuk membacakan alquran bagi orang yang meninggal, demikian juga di rumah-rumah, maka tidak diragukan lagi, selama tidak ada perbuatan ma'siyat, dan selamat dari perkara mungkar, hal tersebut adalah boleh!, karena berkumpul-kumpul, secara dzatiyahnya adalah tidak haram, apalagi disitu ada unsur menghasilkan tho'atillah, seperti membaca alquran dsb,. Maka tidak boleh dicacat pembacaan alquran yg dihadiyahkan untuk mayit,sebagaimana telah di riwayatkan dari hadits Nabi S.A.W " bacakanlah yasin, orang-orang mati kalian ", hadits itu adalah shahih, maka tidak berbeda, antara membaca yasin di depan mayit atau di quburnya, dan tidak berbeda pula antara membaca seluruh Al-Quran atau cuma sebagian, yang diperuntukkan bagi mayit, baik itu di masjid atopun di rumah.
( Arrosa'il Assalafiyah, hal 46 ), Imam Asyafi'i ketika ditanya oleh Imam Al Hasan bin Sabah Azza'faroni tentang bagaimana Hukum membaca Al Qur'an di atas tanah Pekuburan, Imam Syafi'i menjawab " Laa Ba'sa Bihi " alias TIDAK ADA MASALAH SAMA SEKALI (Syarh Asshudur Hal 134 lil Imam Jalaluddin Assuyuthi) kegiatan tahlilan adalah manivestasi dan pengaplikasian dari ke dua hadits di atas serta ijtihad dan pendapat para Imam, Tentang sampainya pahala pembcaan tahlil kepada mayit Nabi S.A.W bersabda " Tiap takbir itu shodaqoh, dan Tiap tahmid itu shodaqoh, dan Tiap Tahlil itu shodaqoh (H.R muslim hadits no 1674), dan dari Ibnu Abbas Rhma, seorang laki-laki bertanya kepada Nabi S.A.W : Ya Rosululloh, sesungguhnya ibuku telah wafat, apakah memberikan manfaat kepadanya jika aku bersedekah atasnya?, Nabi S.A.W menjawab " ya ", kemudian laki-laki itu berkata : Aku mempunyai domba, maka aku saksikan kepada engkau, bahwa aku bersedekah untuknya (si ibu). (Sunan Attirmidzi hadits no 605 dengan sanad Shohih), karena alasan itu Imam Ibnul Qayyim Al Jauzi (murid Ibnu Taymiyah), berkata : " utama-utamanya hadiyah yg diperuntukkan kepada mayit adalah pahala al itqu(memerdekakan budak) kemudian shodaqoh kemudian istighfar untuknya dan do'a untuknya dan haji untuknya, adapun membaca Al Qur'an dan menghadiahkan kepada si mayit dengan tanpa imbalan, maka yang demikian ini bisa sampai padanya (mayit), sebagaimana bisa sampe kepada si mayit pahala puasa dan haji (kitab Arruh hal 142).
Kenapa tahlilan 7 hari?
Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab azzuhd yang kemudian dinuqil oleh Imam Jalaluddin Assuyuthi " Imam Ahmad berkata : Telah menceritakan kepadaku Hasyim bin Al Qasim dari Al 'Asyja'i dari sufyan berkata : Thawwus Alyamany ( tabi'in yang belajar kepada lebih 70 sahabat Nabi S.A.W ) berkata : " Sesungguhnya orang mati itu terkena fitnah di dalam kuburnya selama tujuh hari, dan mereka sangat suka jika pada hari-hari itu keluarganya melimpahkan pahala sedekah atas mereka. ( Alhawi Lilfatawi juz 2 hal 178). Inilah dasar kenapa pengikut madzhab syafi'i melakukan shodaqoh, yang di jawa disebut selamatan / kenduri.
Tahlilan / selamatan 7 hari itu dinuqil dari atsar tabi'in / sahabat. Kalo mas mas dan mbak mbak pengikut wahaby masih tetep mengingkarinya, ya silakan.. Ana tidak memaksa anda untuk mengikuti / menyetujui pendapat ana. Tapi setidaknya ini adalah pembelaan diri kami dari tuduhan-tuduhan Sesat para Wahabiyyun. Allah yahdiina Ila Thariqihi Al Qowiem..
Dikutip dari,
Grop facebook " Kenapa Takut Bid'ah "
Label: Kajian Islami
