Berkata Al Habib Alwi Bin Muhammad Al Haddad : “ Seindah-indahnya tempat di dunia adalah tempat orang-orang yang sholeh, karena mereka bagai bintang-bintang yang bersinar pada tempatnya di petala langit “. .

Sabtu, 22 Agustus 2009

Bid'ahkah mengusap muka dan bersalaman setelah sholat?

Adalah Rasulullah, beliau mengusap wajahnya setiap selesai berdo'a " dari Assa'ib bin Yazid Dari bapaknya : Bahwasanya Nabi S.A.W apabila beliau berdo'a, beliau mengangkat tanganya, lalu mengusah wajahnya dengan tanganya (Sunan Abi Dawud ,hadits no 1275). Demikian juga di sunnahkan bagi orang yang telah purna sholatnya, mengusap wajahnya dengan kedua tanganya, karena sholat menurut bahasa adalah "Addo'a", karena sholat mengandung do'a do'a kepada Allah.

Berkata Annawawi di dalam kitab Al Adzkar : Dan kami meriwayatkan di kitabnya Ibnu Assunni dari Anas R.A, berkata : Rasulullah ketika selesai sholat, beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanan, kemudian berdo'a " Asyhadu an Laa Ilaaha illa Huwa Arrohman Arrohim, Allahumma Adzhib Anni Alhamma Wal Hazan " Aku bersaksi tiada Ilah yang wajib disembah kecuali Dia Arrahman Arrahim, ya Allah, hilangkanlah dariku kepayahan dan kesusahan (Al Adzkar lil Imam Annawawi hal 69). Kalau yang mengatakan mengusap wajah dengan tangan tiap selesai sholat adalah bid'ah sesat, suruh mengaji kitab Al Adzkar dulu ya?

Mushofahah (jabat tangan/bersalaman) adalah perkara yang yang sangat di anjurkan Syara', Dari Al Bara' bin 'Azib Berkata : Rasulullah S.A.W bersabda : Tidak bertemu dua orang islam hingga keduanya berjabat tangan, kecuali dosa keduanya diampuni sebelum keduanya berpisah (Sunan Ibnu Majah hadits no 3693). Dengan bersandar dengan hadits ini, ulama-ulama madzhab syafi'i sepakat bahwasanya berjabat tangan hukumnya adalah Sunnah. Ketika ditanya apakah berfadhilah, berjabat tangan setelah selesai sholat shubuh dan ashar? Imam Annawi rahimahullahu menjawab : Berjabat tangan ketika bertemu hukumnya sunnah, adapun pengkhususan manusia dengan berjabat tangan setelah selesai shalat shubuh dan ashar adalah perkara baru yang mubah, hal ini apabila keduanya sudah berkumpul sebelum sholat, dan apabila keduanya belum berkumpul/bertemu sebelum sholat maka hukumnya mustahab (dianjurkan) karena selesai sholat itu merupakan permulaan pertemuan keduanya (Fatawa Al Imam Annawawi Al Musammah bil Masa'il Al Mantsuroh hal 61), di dalam kitab kumpulan fatwa ulama syafi'i yang bertitel Bughyatul Mustarsyidin hal 50-51 dikatakan : Berjabat tangan termasuk perkara baru yang mubah, dan Annawawi menilai termasuk perkara baru yang bagus, dan seyogyanya di diperinci lagi, apabila orang yang diajak berjabat tangan itu sudah bersamanya sebelum sholat, maka hukumnya mubah, dan apabila orang yang diajak berjabat tangan itu tidak bersamanya sebelum sholat, maka hukumnya mustahab (dianjurkan), karena ulama sepakat bbhwa berjabat tangan ketika terjadi pertemuan hukumnya adalah sunnah, dan sebagian Ulama Syafi'iyah berpendapat Bahwasanya orang yang sholat itu seperti orang yang gho'ib (tidak ada di tempatnya kerana safar dsb), maka dianjurkan berjabat tangan setiap selesai sholat lima waktu (Bughyatul Mustarsyidin hal 50-51). Walhasil, jabat tangan adalah perkara yang berdiri sendiri yang terlepas dari ritual sholat, yang namanya sholat itu di mulai dari takbirotul ihrom dan di akhiri dengan salam, jadi begitu selesai salam orang mau ngapain, itu sudah terlepas dari ritual ibadah sholat. Adalah salah orang yang mengatakan jabat tangan itu termasuk ritual sholat, dan bid'ah dan pelakunya masuk neraka. Nanti neraka penuh dong? Cuma gara-gara jabat tangan setelah sholat masuk neraka.. Hi.. Ngeri... Allahu yuwaffiquna Ila thariqihi alqawiem.


Dikutip dari,
sumber : "Kenapa takut bid'ah" grup di facebook.

0 Comments:

Post a Comment



Qosidah

Automatic Created Playlist by www.autoplaylist.com
Make Your Own Mp3 & Video Playlist at www.autoplaylist.com
Terima Kasih atas kunjungan antum semua…
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template